Tak Luput

Tak luput, itulah kita sebagai manusia.

Seperti kita yang ingin dimaafkan dan diberi kesempatan untuk dipercaya kembali ketika salah, orang lain pun sama. 

Siapapun bisa melakukan kesalahan, dan berhak mendapat kesempatan kedua. Tak elok rasanya, kita sebagai hamba jika terlalu sombong untuk tidak memaafkan. Karena nyatanya, Sang Maha Pencipta pun Maha Memaafkan. 

Kilas balik itu perlu.
Kilas balik, membuat kita mengingat bahwa di masa lalu kita pernah bersalah. Dan menyadarkan kita bahwa segala hal tidak menyenangkan di hari ini adalah buah kesalahan dari masa lalu. 

Tidak, tak ada yang perlu disesali. Kesalahan ada untuk menjadi awal dari sebuah perbaikan. Namun, jangan melulu menjadikan "manusia yang tak luput dari kesalahan" sebagai sebuah tameng untuk terus menerus melakukan kesalahan. 

Beberapa menit yang lalu aku berpikir,
Aku jelas memiliki hak untuk marah dan menaruh dendam terhadap perlakuan dan perkataan orang lain yang menyakitkan kepadaku. Iya, diriku mungkin berhak. Tapi hatiku tidak..
Apa perlu membuang waktu untuk mengotori hati sendiri? Tidak kan? 

Jika hari ini aku tidak memaafkan kesalahan orang lain yang dilakukan kemarin, maka itu artinya aku sudah meruntuhkan itikad baik seseorang. Iyakan? Bukankah dengan meminta maaf ia sudah menunjukkan niat baiknya untuk berubah dan memperbaiki kesalahannya?


Manusia pasti pernah melakukan salah, tapi tidak semua mau meminta maaf dan memperbaikinya.

Manusia pasti pernah disakiti dan dikecewakan, tapi tidak semua mau memaafkan dengan ikhlas tanpa diminta. 

Gak ada yang perlu diperdebatkan, cukup saling mendoakan. Setiap orang akan sampai di titik terbaiknya masing-masing tentunya dengan durasi perjalanan yang berbeda.

Komentar

Postingan Populer