Masih tentang,
Sesekali aku bertanya kepada sang malam,
Mengapa seseorang membuatku menahan rindu, jika ia tahu bahwa menahan itu rasanya memilukan?
Harusnya tak sememilukan dan semembingungkan ini, karena jelas ini bukan untuk yang pertama atau kedua kalinya. Tapi tetap saja, tak dipungkiri, pilunya selalu berulang.
Melihat namanya hadir menjadi bagian partisipan di sebuah sosial media saja, rasanya memang sebahagia dan setenang itu. Karena dengan begitu, aku selalu merasa bahwa hadirnya ada, walau sebatas maya.
Masih tentang kita, yang kisahnya ada, namun tak terbaca oleh dunia.
Masih tentang kata, yang menjadi muara dari segala rasa.
Masih tentang rindu yang candu, walau rasanya sendu.
Masih tentang malam yang temaram, namun menjadi pilihan untuk bersemayam karena ketentramannya.
Aku masih di sini, bersama doa yang sama, rindu yang sama, harapan yang sama, dan kepasrahan yang lebih dari sebelumnya.
Hatiku milik-Nya, hatimupun milik-Nya. Kita hanya dua manusia yang berjuang untuk satu tuju, namun yakin bahwa apapun akhirnya semua akan tetap bermuara dalam kebaikan-Nya.
Aku merindumu tuan..
kemarin, hari ini, tapi tidak tau kalau besok.
Komentar