Kenapa (?)
Pertanyaan kenapa itu tak ada habisnya menyerang pikiranku, bahkan sampai masuk ke dalam mimpiku. sebegitu pentingnya seseorang yang sejak kecil menjadi bagian dari kisah-kisah hidupku.
tentang kenapa semuanya tiba-tiba berubah, tanpa pemberitahuan hal apa yang keliru dan salah yang harusnya diperbaiki. ia memutuskan untuk pergi dengan perubahan besar tanpa kata karena sebelumnya.
aku tak menyerah, mencoba bertanya walaupun tak pernah ada jawaban. sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk menempuh jalan lain yang membuatku mengetahui karena dibalik semua kenapa tentangnya akhir-akhir ini.
Walau masih ambigu, seiyanya aku mengetahui bahwa ternyata ketika kita menaruh percaya kepada seseorang, kapan saja percaya itu bisa dirusak. dan aku mendapatkan itu dari orang terdekatku.
Senyum dan sapa yang membias itu, ternyata disebabkan oleh hal-hal yang tak pernah selesai. hal yang hanya menjadi spekulasi satu pihak saja.
kamu berhak memilih untuk tetap menetap atau pergi,
kamu berhak memilih untuk tetap menjadi bagian dari cerita hidupku atau tidak,
tapi akupun berhak tahu kabar apa yang kau dengar, suara apa yang menembus telinga bahkan sampai ke hatimu, yang sampai detik ini aku tidak pernah mengetahui kejelasannya.
beberapa orang berkata, bahwa semakin dewasa lingkar pertemanan akan semakin mengecil.
aku mengira, kamu akan menjadi bagian dari kecilnya lingkaran itu sampai usia senjaku nanti.
tapi nyatanya kamu memilih untuk pergi.
Jika cerita baik yang pernah saling kita torehkan itu telah rusak karena satu hal yang tidak pernah aku ketahui apa jelasnya, maka itu adalah pilihanmu.
tapi, aku masih berharap suatu saat nanti jika cerita kita benar-benar harus menjadi berakhir, semuanya akan berakhir dengan baik. dengan saling mendoakan yang terbaik, kebahagiaan satu sama lain, bukan malah salah satunya menaruh kebencian tanpa kejelasan.
Maaf, jika kamu merasa bahwa aku menorehkan luka semenyakitkan itu. aku akan sangat bahagia jika kamu memberiku kesempatan untuk mengetahui apa luka yang telah aku torehkan agar aku bisa memperbaikinya. karena kita sudah cukup dewasa untuk memilih menyelesaikan, bukan malah sebaliknya.
Doa terbaikku, untuk kamu. Selalu.
Komentar