Aku ingin bercerita, tuan.

Aku ingin bercerita tuan.. 
tentang aku, tentang kita.
Bagaimana caranya tuan?
Seperti biasa? melalui kata?

Tuan..
Aku bertahan sekuat tenagaku,
Aku berjalan ke jalan yang semesta arahkan,
Pada akhirnya, semesta selalu membawaku kembali kepada satu nama, yaitu anda tuan.

Mereka bilang, aku terlalu percaya diri untuk sesuatu yang tak pasti.
Mereka bilang, aku terlalu menutup hatiku untuk yang lainnya masuk. 
itu kata mereka tuan, apakah kau setuju dengan itu?

Aku harap kau tidak setuju dengan itu.
aku harap setujumu masih sama dengan setujuku.

Bagaimana mungkin aku melawan hatiku dan yakinku?
Aku tahu, hatiku dan yakinku memang tertuju untuk manusia dengan banyak batas.
tapi nyatanya, selama ini aku hanya berusaha mengikuti itu semua. keyakinanku. 
Menjalani segalanya dalam sunyi senyap, mengikuti skenario takdir dengan terus berusaha berjalan di atas Syariat-Nya. 

Tuan..
Aku tahu, sejak awal tak pernah ada komitmen atau janji apapun diantara kita. 
sejak awal, di cerita ini hanya ada rasa, rindu, harapan, doa, dan penjagaan. 
tapi karena itu adalah kesepakatan kita. kesepakatan yang tidak pernah dibuat, kesepakatan yang tidak pernah disepakati bersama, namun aku menyimpulkan bahwa kita sepakat. iyakan?
dan mungkin itu salah satu alasan mengapa aku masih bertahan.
dan mungkin mengapa sampai saat ini aku masih percaya bahwa rasaku jatuh kepada seorang yang pantas mendapatkan itu. 

Tuan.. 
aku tahu, semuanya tidak mudah.
Kita berada di tempat berbeda, dengan ujian yang berbeda pula.
Kita hanya bisa saling menguatkan satu dengan yang lainnya melalui media doa.
Tapi bukankah hanya doa, media yang benar-benar kita percaya selama ini?

Tuan.. 
Banyak sekali yang ingin aku ceritakan, banyak.. 

Tuan.. 
Tak hentinya aku berkata:
"Selamat berjuang di jalan kebaikan, semoga selalu Allah kuatkan dan mudahkan."




Komentar

Postingan Populer