Masih didalam ketidakjelasan ini..
Aku masih disini, masih didalam jurang ketidakjelasan. Ketidakjelasan tentang perasaanku sendiri, seketika bosan dan lelah sering menghampiriku. ingin sekali rasanya mengakhiri sebuah hubungan yang lagi dan lagi dilandasi dengan sebuah kebohongan.
Aku tak pernah berniat mempermainkan perasaannya sedikitpun, aku sungguh mencintainya. tapi kesungguhan rasa cinta itu hanya aku rasakan sekejap. ketika awal hubunganku dengannya mulai terbangun.. tetapi, semakin cepat waktu berlalu, semakin cepat pula rasa itu memudar bahkan mungkin sekarang sudah hilang.
Apa yang harus aku lakukan?
aku sudah berusaha mengikuti takdir Allah ini, takdir yang awalnya aku yakini adalah takdir yang terbaik untukku. tapi nyatanya, aku tak mampu. batas mampuku sudah mulai terhenti diujung kesabaran dan kelelahan ini.
Apa aku harus akhiri semua ini?
tapi bagaimana dengan semua harapan yang telah aku bangun kepadanya? dengan semua ucapan manisku yang cukup membuat dia percaya kepadaku? dengan perasaannya kepadaku yang sudah mulai dalam tumbuh dibenaknya? dengan sebuah komitmen yang telah terucap? dengan sebuah kenangan yang telah kulukiskan dicerita hidupnya?
apakah aku tega mengahancurkan semua itu? Aku merasa menjadi seorang wanita yang hancur dengan sebuah sikap dan perlakuanku sendiri.
tapi sampai kapan semua ini akan aku sembunyikan, semua kebosanan, semua kejenuhan, semua kelelahan dan semua rasa cinta yang telah terasa sirna dihati dan benakku?
aku takut, jika semakin lama aku sembunyikan semua ini, semakin lama aku dengannya, semakin dalam pula rasa cintanya kepadaku.
terkadang aku tak mengerti kepadanya, apakah rasa kepekaan dia kurang untuk merasakan bahwa ada seseorang yang mulai bosan disini? yang mulai gila dengan rasa kejenuhannya.
"Aku ingin pergi dengan kebahagiaan sejatiku, dengan kebahagiaan tanpa ada sebuah keterpaksaan dan kebohongan"
Aku tak pernah berniat mempermainkan perasaannya sedikitpun, aku sungguh mencintainya. tapi kesungguhan rasa cinta itu hanya aku rasakan sekejap. ketika awal hubunganku dengannya mulai terbangun.. tetapi, semakin cepat waktu berlalu, semakin cepat pula rasa itu memudar bahkan mungkin sekarang sudah hilang.
Apa yang harus aku lakukan?
aku sudah berusaha mengikuti takdir Allah ini, takdir yang awalnya aku yakini adalah takdir yang terbaik untukku. tapi nyatanya, aku tak mampu. batas mampuku sudah mulai terhenti diujung kesabaran dan kelelahan ini.
Apa aku harus akhiri semua ini?
tapi bagaimana dengan semua harapan yang telah aku bangun kepadanya? dengan semua ucapan manisku yang cukup membuat dia percaya kepadaku? dengan perasaannya kepadaku yang sudah mulai dalam tumbuh dibenaknya? dengan sebuah komitmen yang telah terucap? dengan sebuah kenangan yang telah kulukiskan dicerita hidupnya?
apakah aku tega mengahancurkan semua itu? Aku merasa menjadi seorang wanita yang hancur dengan sebuah sikap dan perlakuanku sendiri.
tapi sampai kapan semua ini akan aku sembunyikan, semua kebosanan, semua kejenuhan, semua kelelahan dan semua rasa cinta yang telah terasa sirna dihati dan benakku?
aku takut, jika semakin lama aku sembunyikan semua ini, semakin lama aku dengannya, semakin dalam pula rasa cintanya kepadaku.
terkadang aku tak mengerti kepadanya, apakah rasa kepekaan dia kurang untuk merasakan bahwa ada seseorang yang mulai bosan disini? yang mulai gila dengan rasa kejenuhannya.
"Aku ingin pergi dengan kebahagiaan sejatiku, dengan kebahagiaan tanpa ada sebuah keterpaksaan dan kebohongan"
Komentar