Kamu ingat?

Semoga semua bisa berjalan seperti apa yang seharusnya, seperti semua takdir yang telah Allah rencanakan.. semua hanya butuh waktu. iyakan? :')

Kamu ingat? ketika dua pasang kaki itu saling bersentuhan? sungguh itu adalah hal sederhana yang membuatku bahagia.

Kamu ingat? ketika kita selesai nonton, kita sempet duduk berdua disalah satu kursi digedung bioskop itu. aku sering banget ngajak kamu nyelfie, dan kamu inget? betapa keukeuh dan susahnya kamu aku ajak nyelfie. alasan kamu cuma satu, kamu takut aku meng-upload foto kita berdua kesocial media.

Kamua ingat? ketika pulang nonton, kita sempet makan bakso bareng karena kamu terus bilang kalo kamu laper banget. dan ketika itu kamu sempet ngasih tau aku kalo kamu gaterlalu suka kecap. dan aku sempet pengen fotoin kamu, tapi seperti biasanya.. kamu tetap menolak, dan akhirnya yang aku foto adalah sepasang mangkuk bakso. yang satu milikku dan satu milikmu.

Kamu ingat? Sekitar 2 bulan yang lalu,  kita pernah tukeran jam di angkutan umum. dan sampai sekarang jam itu masih ada di kita masing-masing.

Kamu ingat? tanggal 27 tepatnya hari ulangtahun SMK. aku pengen banget foto bareng kamu.. dan akhirnya kita bisa foto bareng. dan kamu sering banget bercandain aku dengan kata-kata "ih tong deukeut-deukeut, karunya pamajikan urang. maneh saha urang?" sepintas terasa lucu dan biasa, tapi kenyataannya itu sangat sakit bagiku.

Banyak banget moment indah yang kita kita lalui dalam waktu sekejap dan dalam sebuah status yang sama sekali tidak special.
Sungguh Allah memberikan sebuah kebahagiaan terindah kepadaku waktu itu, sampai akhirnya kini Allah memisahkan kita dalam keadaan yang kurang baik, dan sampai akhirnyapun Allah mempersatukan kita dengan orang-orang yang begitu menyayangi kita.
Kamu masih disini, masih menjadi bagian dihatiku yang paling dalam.. aku masih sering mengingatmu dalam diamku.

dan kamu tau? sakit banget rasanya ketika Allah mempertemukan kita dijum'at pagi waktu itu. ketika itu pula kamu membuatku merasa asing dengan sosokmu. senyuman dan candaan yang sering kamu lontarkan kepadaku ketika itu sekejap begitu saja menghilang.. sakit banget rasanya dan aku menganggap bahwa ketika itu kamu benar-benar sudah membenciku




"semua kenangan yang pernah kita ukir bersama, akan selalu tinggal dalam ingatanku. sampai akhirnya nanti, Allah kan mengubah nama kenangan itu menjadi sebuah akhir dalam perjalanan hidupku yang baru bersamamu"

Komentar

Postingan Populer