-----
Masalalu terus menyeretku untuk kembali hidup didalamnya, masa dimana kebahagiaan dan kebersamaan itu masih tercampur dengan sebuah kesedihan dan kesakitan.
Airmata masih selalu tercipta ketika aku mengingatnya, rasanya ingin sekali kembali ke masa dimana aku tak bisa mencintai dengan bebas karena ada sebuah pembatas. rasanya kebahagiaan ketika itu, lebih sempurna dibandingkan kebahagiaan mencintai dengan bebas tanpa ada pembatas yang penuh dengan sebuah keterpaksaan dan keharusan. keterpaksaan harus melupakan dan keharusan untuk lebih mencintai sosok baru.
sangat jelas terasa beda, ketika aku berada didekatnya dulu dan ketika aku berada didekat sosok baru itu. rasa nyaman,bahagia, canda dan tawa selalu ada ketika aku didekatnya. walaupun terkadang canda itu memang terlalu berlebihan..
Airmata masih selalu tercipta ketika aku mengingatnya, rasanya ingin sekali kembali ke masa dimana aku tak bisa mencintai dengan bebas karena ada sebuah pembatas. rasanya kebahagiaan ketika itu, lebih sempurna dibandingkan kebahagiaan mencintai dengan bebas tanpa ada pembatas yang penuh dengan sebuah keterpaksaan dan keharusan. keterpaksaan harus melupakan dan keharusan untuk lebih mencintai sosok baru.
sangat jelas terasa beda, ketika aku berada didekatnya dulu dan ketika aku berada didekat sosok baru itu. rasa nyaman,bahagia, canda dan tawa selalu ada ketika aku didekatnya. walaupun terkadang canda itu memang terlalu berlebihan..
Komentar