Berhenti di Pukul Setengah Sepuluh
Lanjutan dari Pukul Setengah Enam~
Aku mendapati kenyataan bahwa potret visualku bukanlah menjadi yang pertama yang kamu bagikan kepada banyak manusia. Apapun alasan di baliknya, aku tidak bisa memungkiri bahwa rasa kecewa itu ada. Tapi, jelas itu bukan salahmu. semua kesalahan terletak pada ekspetasi dan harapanku terhadap sosok kamu.
Tuan, selama ini aku selalu percaya bahwa kamu benar-benar sedang memperjuangkan cerita kita. Salah satunya dengan bukti bahwa kamu bersungguh-sungguh menyelesaikan segala urusanmu.
Tapi Tuan, apakah aku salah jika di hari ini aku merasa bahwa langkahmu tidak pernah benar-benar berusaha untuk menujuku? Dengan segala hal yang sudah terjadi, perubahan yang kau perlihatkan, teka-teki yang tak kunjung usai, aku merasa bahwa kini aku sudah berada di ujung cerita yang selama ini aku nantikan.
Komentar