Pertemuan Kita

Setelah sekian lama, akhirnya Semesta mempertemukanku denganmu kembali. 

Dengan latar belakang bangunan yang memiliki ciri khas warna hijau itu kita ada di satu frame cerita yang sama. 

Di sana.. Aku fokus menjalani kehidupanku sendiri, begitupun juga denganmu. Kita hanya diam-diam memastikan bahwa keadaan kita satu dengan yang lainnya baik-baik saja. 

Sampai pada satu titik, ternyata aku tak bisa terus-terusan dianggap sendiri. Karena ternyata untuk beberapa hal, dunia harus tahu bahwa kamu ada menjadi bagian dari hidupku. 

Saat itu, aku menuntut banyak hal kepadamu. Hal-hal yang tak pernah aku dapatkan. Termasuk perhatian dan pengakuanmu. Aku berkata kepadamu "kamu tauga apa yang aku butuhin? Cuma perhatian dan pengakuan kamu" tapi kamu tak mengeluarkan satu patah kata sedikitpun. 

Aku terus mengatakan banyak hal kepadamu layaknya seorang anak yang merengek kepada orang tuanya. Sampai akhirnya, emosimu meledak. 

Kamu berkata "Kamu tau gak? Selama ini aku selalu berusaha buat kasih perhatian sama kamu dengan cara yang lain." 

Aku berhenti berkata apapun, aku hanya menatapmu dan mendengarkan apapun yang kamu katakan. 

Tangis kita di sana saling bertemu, aku berusaha untuk menenangkanmu dan mengajakmu untuk berbicara dari hati ke hati dengan suasana yang lebih tenang. 

Dan akhirnya, aku terbangun.

Pertemuan kita di sana, mungkin adalah bentuk dari banyaknya perasaan yang aku tahan termasuk perasaan rindu. 

Tuan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.. aku selalu mendoakan segala yang terbaik untukmu. 

Tuan, aku selalu menunggu kabar darimu. Entah itu kabar yang membawa kebahagiaan atau kabar yang membuat hatiku belajar untuk lapang. 

Komentar

Postingan Populer