Sedikit sesak, namun bersyukur masih bernafas

Tanpa disadari banyak hal-hal kecil yang terabaikan pada akhirnya meledak di waktu yang bersamaan.
Tidak meledak dalam kebisingan, namun dalam keheningan. 

Sejak saat itu, aku memutuskan untuk memendam banyak hal sendirian. 
Tak ingin menarik siapapun menjadi bagian dari apa yang aku rasakan, terutama kesedihan dan kekhawatiranku. 

Aku selalu percaya bahwa Allah selalu menyertaiku di setiap kondisi. dan diriku adalah manusia pertama yang aku percaya bisa mengatasi segala perasaan yang berkecamuk di dalam dada. tak ada siapapun, kecuali diriku.

Namun sesekali aku ingin berlari untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu agar segera dan tak terlalu lama. 
Namun lagi dan lagi faktanya cepat tidak selalu baik, nyatanya banyak hal baik yang Allah berikan di sepanjang waktu yang terasa amat lamban itu.

Aku bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bernafas, walau sesekali terasa sedikit sesak. 


Komentar

Postingan Populer