Kenapa?
Kenapa harus sekarang?
Disaat aku berharap kamu adalah salah satu supporter di masa-masa sulitku. kamu malah sebaliknya.
Menghilang, seolah tak pernah peduli dengan segala yang berkaitan dengan aku.
Hampir lima tahun aku menjadi saksi dari panjangnya proses bertumbuhmu.
Menjadi supporter walau dari jarak yang jauh.
Meyakinkan kamu bahwa segala yang sulit bisa terlewati.
Kini, disaat aku membutuhkan hal serupa dari kamu.
bahkan sekedar kabarpun aku tidak mendapatkannya.
Padahal tak ada hal besar yang selama ini aku minta darimu.
hanya kabarmu, kabar yang bahkan tidak secara langsung tersampaikan.
aku gak pernah tahu apa yang sedang kamu lalui sekarang.
aku gak pernah tahu kenyataan apa yang akan datang di masa depan.
aku gak pernah tahu akhir dari cerita kita selama lima tahun ini.
Kini, yang aku lihat dan rasakan kamu menghilang begitu saja.
Andai menjauhnya kamu adalah suatu pertanda, kenapa harus sekarang?
kenapa tidak sejak awal saja kamu meyakinkan aku bahwa tak ada yang harus diperjuangkan dari kisah abu-abu kita. yang ternyata mungkin selamanya akan abu-abu.
Jika cerita kita berawal dengan memori yang baik, apakah kamu bersedia mengakhirinya dengan hal yang baik pula? dan hal baik itu adalah sebuah kepastian. sekalipun menyakitkan.
Komentar