Melalui Ketidak Sengajaan

Setiap Allah memperkenalkanku kepada suatu hal yang asing bagiku, pasti selalu saja melalui ketidak sengajaan.
Pertama..
Dulu, aku tak sedikitpun mengaharamkan Pacaran. Malah aku menikmati setiap waktu dalam fase pacaran itu.
Sampai melalui proses yang rumit dan menyakitkan, Allah memperkenalkanku bahwa Pacaran itu tidak baik. Bagiku, hatiku, terutama Ayah dan Ibuku..
Tapi sungguh. Sangat sulit untuk menghindar dari hal indah namun menyesatkan itu..
Dan suatu ketika aku dihadapkan pada situasi sulit..
Ingin melupa namun mustahil, ingin berjuang namun sudah tak tahan.
Semua amat serba salah..
Meski Hingga Akhirnya aku memutuskan untuk
Perlahan pergi, perlahan berhenti, dan semua diawali dengan niatan perlahan..
Dan termasuk perlahan menahan untuk tidak Berpacaran kembali kecuali semua kondisi sudah lebih baik.
Tapi.. Allah memberi semua proses perlahan ini menjadi lebih membahagiakan dan menjadi sebuah kebiasaan.
Bebas, tak terikat, dan merasa hidup didunia yang sebenarnya. SeIyanya waktuku tak banyak yg terbuang sia-sia..
Dan akhirnya aku mencoba berkomitmen dalam hati untuk tidak menyentuh Jalan Pacaran lagi.
Tapi.. sedikitpun aku tak pernah mengikrarkan kepada dunia bahwa
"Saya Desi Silviani, saya berikrar bahwa saya tidak akan pacaran"
Tidak.. sekalipun tak pernah..
Kenapa? Karena saya takut gagal, saya takut tak tahan dengan kesendirian.
Maka, saya jalani segala sesuatunya dengan santai.. dan saya mencoba mengikuti apa yang Allah ridhoi.

Kedua..
Akhir-akhir ini aku jarang sekali upload foto ke media sosial, ntah apa alasan jelasnya..
Yang pasti aku salut kepada para Akhwat yang menahan untuk mempublish dirinya ke Sosial media.
Bahkan tidak hanya Akhwat,
Ada beberapa Ikhwan pun, yang tidak mempublish Foto dirinya ke Sosial media.
Entahlah.. apa alasan mereka.
Entah karena tidak ada Foto yang pas untuk diupload, atau karena Alasan Syariat.
Aku ingin seperti mereka yang sepenuhnya menjaga..
Dan godaan terbesar adalah kemarin, aku sempat mengambil beberapa Foto dengan teman perempuanku di Salah satu tempat keren di Kabupaten Bandung.
Sungguh! Aku sangat puas dengan hasilnya..
Aku lihat beberapa kali tak pernah bosan.
Yeah Aku bisa publish ke Instagram, pikirku saat itu.
Mungkin ada beberapa dari pengguna instagram yg mengikutiku melihat aku Mempublish di Story, tapi aku hapus lagi..
Video juga, aku sudah bersusah payah menjadi editor amatiran. Tapi ketika aku Upload, aku hapus kembali.
Entahlah.. lagi dan lagi ketidak sengajaan membuatku galau berat.
Yang awalnya tak pernah upload Foto karena Alasan tidak ada foto yang pas untuk diupload dan karena Alasan ingin mencoba menjadi seperti mereka.
Sampai akhirnya aku memutuskan untuk Streaming video kajian dengan tema "Hukum perempuan Upload Foto ke Medsos"
Kata Ustadz Syafiq Basalamah..
Akhwat itu selalu ingin dipuji..
Akhwat itu ingin menunjukkan bahwa dia itu Eksis..
Aku itu ada loh..
Ini buktinya(Foto)..
Maka hindari yang seperti itu, lakukan hal-hal yang bermanfaat..
Jadilah gelas-gelas kaca yang seperti Khodijah, Aisyah, dan Fatimah..
Yang ketika mati, yang dikenang itu bukan fotonya tapi amal kebajikannya.

Itu betul sekali ustadz..
Tapi sungguh sangat sulit..
Mari kita saling mendoakanđź’•

Semua kebenaran yang perlahan bisa aku terima
Berawal dari sebuah ketidak sengajaan..
Allah maha tau,
Banyak jalan yang Allah beri untuk memperlihatkan sebuah kebenaran.
Allah maha pemilik hati..
Allah bisa melunakkan hati sekeras batu sekalipun dalam sekejap.
Dan
Begitupun sebaliknya..
Jika banyak dari mereka berkata
Memangnya kamu siapa?
Secantik apakah wajah kamu hingga tak ingin kamu publish?
Maaf..
Saya bukan siapa-siapa.
Saya hanya Akhwat awam,
Fakir Ilmu..
Yang sedang perlahan menggali Ilmunya Allah..
Menggali dan merealisasikan..
Perlahan..
Perlahan..
Dibalik kata perlahan InsyaAllah Allah bukakan jalan..
Aamiin...

Komentar

Postingan Populer