Mungkin Mulai Terbiasa~

4 hari tanpa pesan singkat, sapaan dan candaan dari kamu aku merasa baik-baik saja, dan aku hampir mulai merasa terbiasa.
tapi ketika aku melihat kamu bersama teman-teman wanita kamu terlihat begitu akrab, masih saja ada rasa cemburu menyelimutiku. rasanya ingin sekali berada diposisi teman-teman wanitamu. bercanda dan bergurau tanpa batas denganmu. bahkan, ketika suatu hal yang tak biasa terjadi.. ketika kita saling berpaspasan, ketika kita saling melihat satu sama lain, ketika kita sama-sama membuat diri kita menjadi asing, aku merasa sakit.
aku tau, ini baru awal dari perjalanan hidupku yang baru, tanpa kamu. aku selalu percaya, aku mampu menciptakan bahagiaku sendiri tanpa harus meruntuhkan kebahagiaanmu dengannya. pada kenyataannya kini, aku masih mampu tertawa bahagia bersama orang-orang disekelilingku yang aku sayangi dan menyayangiku.
Tapi, jika harus aku berkata jujur.. aku masih sering mengingatmu dalam diam dan kesendirianku. kamu tetap menjadi bagian yang paling terang ketika aku mulai berpijak dikehidupan malamku. dan ketika aku berpijak dikehidupan siangku, kamu menjadi bagian paling menyilaukan penglihatanku. rasanya .. silaumu membuatku enggan menatapmu lebih lama, bukan saja menatap lebih lama.. tapi, untuk melihatmu pun aku tamampu.
ntah benar atau salah, aku rasa kita sedang sama-sama berusaha memperlihatkan kesanggupan kita untuk saling menjauh dan saling tidak memperdulikan. kita? mungkin hanya aku yang seperti itu, hanya aku yang sedang berusaha memperlihatkan kepada mereka, dan tentunya kepada kamu bahwa aku mampu berdiri setelah kamu jatuhkan, aku mampu tersenyum setelah kamu membuat airmataku menetes, aku mampu berjalan setelah kamu sempat menghentikan langkahku, aku mampu mengobati penyakit lupa diriku setelah kamu membuatnya hampir menginjak stadium terakhir.
Mungkin, kamu bisa mengahancurkan hati dan perasaanku. tapi tidak untuk hidupku dan masadepanku. 
jika aku bisa mempercepat waktu, aku ingin sekali melakukannya. aku ingin lebih cepat menghapus semua rasaku ini. aku menunggu datangnya sebuah momen ketika aku berkata bahwa aku telah berhasil melupakanmu, aku telah berhasil menghapus semua rasaku untukmu. dan aku telah berhasil menggantikan sosokmu dengan sosok yang jauh lebih baik.

Komentar

Postingan Populer