dan ini adalah akhir dari kebersaman gila kita.
pandangan kedua bola mataku di tanggal 5 Agustus 8 bulan yang lalu itu, pandangan pertama yang bisa membuatku merasakan hal yang tak biasa dari sosokmu. apa yang special dari sosok sepertimu yang bisa membuatku ingin masuk lebih dalam lagi ke kehidupanmu? aku mencari-cari alasan itu dari satu tahun yang lalu, yang sampai kini belum berhasil aku temukan.
Sampai ketika, aku berhasil masuk lebih dalam.. aku terjebak, aku benar-benar tak bisa menemukan jalan keluar. aku nyaman berada didalamnya, bukan sebuah kenyamanan yang hadir dari diriku sendiri. tapi juga hadir dari sosokmu, sosok yang selalu berhasil membuatku tenggelam dalam lautan kenyamanan dan kebahagiaan. sampai-sampai aku lupa diri, aku lupa bahwa ada yang lebih berhak merasakan nyaman dan bahagia itu. aku lupa bahwa kamu telah dimiliki..
kamu KEJAM!
aku sangat menyalahkanmu, kamu yang membuatku lupa diri. kenapa kamu selalu mencegahku untuk pergi? alasan kamu hanya satu, karena kamu sayang aku.
apa itu yang dinamakan sayang? apa kamu pikir disayangi oleh seseorang yang telah dimiliki itu adalah sebuah kebanggaan bagiku? apa kamu pikir dengan aku berhasil membuat seseorang yang telah dimiliki menyayangiku itu adalah bahagia untukku? jika memang iya kamu berpikir seperti itu, kamu salah besar! disayangi kamu adalah sebuah beban, beban yang amat dalam. aku takut aku tak bisa mengatur rasaku, mengatur harapku hingga akhirnya aku terobsesi untuk memilikimu.
dan apa kenyataannya sekarang? semua yang aku takutkan terjadi!
semua hal yang kita lalui bersama, hal yang tak biasa itu membuatku tak bisa mengatur rasaku. jelas, semua ini adalah sebuah hubungan gila tanpa status yang nyata.
kamu ingat? aku sering berusaha menjauh bukan dari kamu? tapi, nyatanya apa? kamu selalu berhasil meluluhkan aku. kamu selalu berhasil membuatku meleburkan niatanku untuk menjauh. dan bukannya tidak sering aku menentukan pilihan untukmu. tentang kamu pilih aku atau dia.. tapi dengan jawaban yang selalu sama, kamu selalu tak bisa memilih. kamu ingin tetap bersama dia, dan ingin tetap bersamaku, tetap menjadi sebuah kebersamaan gila!
ketika aku telah sampai diujung kelelahanku berada ditengah-tengah suatu hubungan ini, aku ingin kamu jauhi, aku ingin kamu benci, dan aku ingin kamu membuatku membencimu.
dan semua itu terjadi, nyatanya kali ini kamu benar-benar bisa memilih. kamu memilih untuk tetap bersama
dia dan menjauhiku.
yaAllah.. kenapa semuanya begitu terasa sakit?
Dijauhi,dibenci dan dilupakan.
bukankah itu yang aku inginkan selama ini? bukankah dengan cara seperti itu semuanya akan lebih mudah dilalui?
aku tau aku belum terbiasa, belum terbiasa dengan jarak. tapi aku harus tau, mulai detik ini aku harus terbiasa. aku harus melupakan kamu dan melupakan semua kenangan yang pernah kita lukiskan bersama. aku merelakanmu bersamanya, bersama seseorang yang telah lama hidup didalam kehidupanmu. jika banyak orang telah berhasil melihat orang-orang yang dicintainya bahagia bersama pilihan hatinya, aku ingin sekali menjadi satu dari banyak orang itu.
Terimakasih, terimakasih untuk cinta dan kasih sayang yang pernah kamu beri. untuk sebagian waktu indahmu untukku, yang seharusnya kamu berikan untuknya. terimakasih untuk senyuman dan candaan yang selalu kamu hadirkan ditengah-tengah kebersamaan kita, terimakasih untuk semua rasa sakit,kecewa, dan harap yang membuatku belajar untuk lebih pintar lagi mengatur rasaku. terimakasih untuk sebuah pengkhianatan yang sempat kamu berikan untuknya dan kamu persembahkan untukku. terimakasih untuk sebuah kesetiaan dan keteguhan hatimu yang telah kamu berikan untuknya, karena kamu telah berhasil melewati ujianmu yaitu aku. dan untuk yang terakhir..
Terimakasih untuk 8 bulan ini, 8 bulan yang kita lalui bersama.. 8 bulan yang banyak membuatku mendapatkan pelajaran berarti dalam kehidupanku.
Komentar