Karma telah mengenalku dan menyetuh kehidupanku

Seringkali merasa tidak dihargai, seringkali merasa diacuhkan dan diabaikan.
Cerita yang sudah jelas bukan untukku, sampai saat ini masih aku jalani. bertahan ditengah-tengah suatu hubungan yang sudah lama saling dipertahankan dua insan yang begitu saling mencintai.
Aku tau, ini adalah sebuah kesalahan.. tapi, ntahlah... bagiku kesalahan ini adalah sebuah kesalahan terindah, kesalahan ini selalu bisa membuatku merasakan kebahagiaan sederhana, bersamanya.
Kata sayang itu seringkali terucap dari bibirnya, tapi apalah arti semua rasa sayang itu. sayang sebagai teman? sungguh jika memang benar seperti itu, berarti selama ini aku sudah sangat salah.
dan sempat aku berpikir, seseorang yang selama ini aku perjuangkan, yang aku dambakan, yang aku harapkan dan orang yang selalu menjadi bagian disetiap 5 waktu dan disepertiga malamku. apakah orang yang juga memperjuangkanku, mendambakan  mengharapkanku dan juga menyertakanku disetiap doanya? atau mungkin, hanyalah seseorang yang nyaman didekatku ketika orang yang biasa membuatnya nyaman sedang tak ada didekatnya?
Apakah aku hanya sebuah hiburan sesaatnya? dan tujuan hidupnya adalah tetap bersamanya, bersama orang yang telah menemani suka duka kehidupannya selama 13 bulan ini?bukan aku.. bukan orang yang baru mengenalnya dan masuk menjadi sebuah peran piguran dicerita kehidupannya.
sering  terlintas di pikiran dan di imajiku, untuk apa doa itu? untuk apa untaian kata dan tetesan airmata yang aku selipkan disepertiga malamku ? Jika memang Allah tak menakdirkanku untuk hidup bersamanya, kenapa aku tetap memaksa untuk dipersatukan? ditakdirkan?
aaaaah.. ntahlah, yang jelas. aku sangat ingin dipersatukan dengannya :')
lintas bayangan didalam imaji masalaluku mengingatkanku tentang seseorang yang sangat mencintaiku dan begitu mudahnya aku sia-siakan, begitu mudahnya aku beri pengharapan yang akhirnya berujung dengan sebuah kepastian yang sangat menyakitkan.
apa ini KARMA?
Mungkin... karena, posisi dimana sebuah rasa cinta yang disia-siakan dan penuh pengharapan yang berujung menyakitkan itu jelas-jelas sedang aku rasakan.
jika memang ini yang namanya karma, aku menyesal telah membuatnya mengenalku dan menyentuh hidupku. sentuhannya sungguh jelas terasa sakit..


"jika memang ini yang namanya karma, aku menyesal telah membuatnya mengenalku dan menyentuh hidupku. sentuhannya sungguh jelas terasa sakit.. "

Komentar

Postingan Populer