Tentang yang Meremang

Sejak dua tahun lalu, aku membawa segala perasaan dan harapanku pergi. Setelah mendapati kenyataan tentang cerita yang ternyata berujung abu-abu. Kala itu.. rasa sedih, haru, bahagia, pun juga lega hadir secara bersamaan.

Dua tahun kemudian, ternyata perasaan dan harapan itu tidak pernah benar-benar pergi. Aku ternyata masih terjebak di dalam sebuah cerita yang tak pernah benar-benar berakhir. Masih sama dengan dua tahun sebelumnya, warnanya abu-abu.

Kesepakatan untuk fokus terhadap pencapaian masing-masing itu, ternyata tak pernah mudah untuk bisa dijalani. Karena nyatanya kamu selalu berhasil mencuri bagian dari fokusku walau hanya secuil. Dan aku melihat kamu begitu tenang dan senang menjalani apa yang menjadi fokusmu, tanpa harus terdistraksi dengan segala hal yang berkaitan dengan aku. Iya.. begitulah tebakanku.

Sampai di waktu yang lain, aku mendapati segala cerita tentang kita mulai meremang. Kamu mulai perlahan menghilang, seolah tak ingin lagi aku menjadi bagian dari pemirsamu. Andai kamu mengetahui, sebingung dan segamang itu aku menyaksikan cerita hidupku sendiri.

Lima tahun bukan waktu yang sebentar, tapi nyatanya begitu terasa singkat. Sebagai manusia yang memiliki iman, aku meyakini bahwa segala hal yang terjadi selalu sepaket dengan hikmah terbaiknya.

 

Komentar

Postingan Populer