2 0 1 6
Setelah jatuh yang amat jauh, terluka dan kecewa yang terasa di waktu yang sama, aku rasa itu sudah cukup menjadi alasan mengapa cinta sebegitunya membuatku tak ingin merasakan lagi untuk kesekian kalinya kecuali hanya untuk bahagia.
Aku mengakui dengan sungguh, bahwa perasaan itu tumbuh dengan terlalu hingga membuat apa-apa yang sebenarnya kelabu terlihat menjadi lebih berwarna. Tak salah memang, ketika banyak manusia berkata bahwa ‘cinta itu buta’ iya, cinta memang semembutakan itu apalagi cinta yang tumbuh di atas hubungan yang tak seharusnya.
Masih teringat, aku pernah memohon dengan sungguh kepada Rabbku untuk dipersatukan dengan salah satu hambanya. Tak peduli seberapa banyak kesakitan dan kekecewaan yang aku rasa, aku hanya menginginkannya. Dan lagi, cinta memang semembutakan itu.
Sebagai manusia biasa yang pada akhirnya mendapati titik lelahnya, aku memutuskan untuk berhenti dari segala hal yang dirasa cukup menyakiti. Aku ingat, kala itu aku hanya meminta kepada Rabbku agar mampu berhenti memikirkannya. Iya itu saja, tapi tentu yang saja itu amat tak mudah.
Berbagai cara aku lakukan untuk bisa melupa, salah satunya dengan membuka cerita baru dengan orang baru. Tapi nihil, aku tak berhasil. Dan aku menyadari bahwa yang aku butuhkan bukanlah cerita baru bersama orang baru, tetapi aku hanya butuh untuk mengenali diriku lebih jauh, dan menyembuhkan segala luka yang ada.
Sampai di proses melupa yang tak mudah itu, aku menemukan jawabannya. Dan jawaban itu adalah aku hanya cukup menjadi seorang hamba yang taat dan mengikuti rules hidup dari penciptanya. Itu saja sebenarnya, dan lagi ternyata hanya itu saja.
Komentar