Hidayahku, penyelamatku
Dia yang pernah kutolak berkali-kali, justru adalah yang menyelamatkan kehidupanku.
Dia yang pernah kuspelekan, justru adalah yang membuat hidupku terasa jadi lebih baik dari yg sebelumnya.
Dia adalah Hidayah dari Rabbku.
Hidayah adalah salah satu nikmat yang seringkali terlupakan.
Hidayah katanya tak selalu akan datang jika hanya ditunggu, tapi perlu dijemput.
Tapi, ketika hidayah dengan sukarela datang.
Kita malah seringkali menolaknya atau malah berkata untuk ia agar datang 'lain kali saja'.
Sayang sekali, padahal ia datang juga untuk membawa kebaikan untuk diri kita sendiri.
Aku tak pernah menganggap bahwa aku lebih baik dari orang-orang sekitarku.
Tapi yang jelas, aku memang lebih baik dr diriku yang sebelumnya.
Apalah artinya aku ini jika tanpa kasih sayang dari Rabbku.
Memang pada hakikatnya, percuma diberi kasih sayang tapi tak mau menerima.
Dicintai, dikasihi, disayangi dan diperhatikan banyak orang rasanya percuma jika Ia tidak.
Cinta dan kasih sayangNya memang selalu yang paling utama.
Ibaratnya kita mendapatkan cinta dari seseorang yg juga kita cintai, tp jika Ia tak ridho semuanya mungkin takkan berjalan sesuai dengan harapan kita.
Kembali kepada dia yang bernama Hidayah.
Pada nyatanya, kita memang harus ditempa dan dijatuhkan berkali-kali agar mau sadar bahwa ia memang ada dan perlu diterima.
Setelah hati mau menerima, selanjutnya adalah bagaimana agar kita mempertahankannya.
Mengingat, bahwa segalanya hadir dengan jalan yg tak mudah.
Bahwa segalanya hadir dari kasih Sayang Allah kepada hamba-Nya.
Dengan sadar bahwa hidup ini ada akhirnya.
Rasanya itu sudah cukup untuk membuat kita beranjak dari zona yg kurang baik ke yg lebih baik.
Dia yang pernah kuspelekan, justru adalah yang membuat hidupku terasa jadi lebih baik dari yg sebelumnya.
Dia adalah Hidayah dari Rabbku.
Hidayah adalah salah satu nikmat yang seringkali terlupakan.
Hidayah katanya tak selalu akan datang jika hanya ditunggu, tapi perlu dijemput.
Tapi, ketika hidayah dengan sukarela datang.
Kita malah seringkali menolaknya atau malah berkata untuk ia agar datang 'lain kali saja'.
Sayang sekali, padahal ia datang juga untuk membawa kebaikan untuk diri kita sendiri.
Aku tak pernah menganggap bahwa aku lebih baik dari orang-orang sekitarku.
Tapi yang jelas, aku memang lebih baik dr diriku yang sebelumnya.
Apalah artinya aku ini jika tanpa kasih sayang dari Rabbku.
Memang pada hakikatnya, percuma diberi kasih sayang tapi tak mau menerima.
Dicintai, dikasihi, disayangi dan diperhatikan banyak orang rasanya percuma jika Ia tidak.
Cinta dan kasih sayangNya memang selalu yang paling utama.
Ibaratnya kita mendapatkan cinta dari seseorang yg juga kita cintai, tp jika Ia tak ridho semuanya mungkin takkan berjalan sesuai dengan harapan kita.
Kembali kepada dia yang bernama Hidayah.
Pada nyatanya, kita memang harus ditempa dan dijatuhkan berkali-kali agar mau sadar bahwa ia memang ada dan perlu diterima.
Setelah hati mau menerima, selanjutnya adalah bagaimana agar kita mempertahankannya.
Mengingat, bahwa segalanya hadir dengan jalan yg tak mudah.
Bahwa segalanya hadir dari kasih Sayang Allah kepada hamba-Nya.
Dengan sadar bahwa hidup ini ada akhirnya.
Rasanya itu sudah cukup untuk membuat kita beranjak dari zona yg kurang baik ke yg lebih baik.
Komentar