Sukses Butuh Proses bukan?
Entah sejak kapan,
Aku menjadi sosok wanita yang ambisius terhadap apa yang dicita-citakan.
Selepas lulus dari smk, aku merasa masih menjadi lulusan tanpa cita-cita.
Ya! Aku typical orang yang tak memiliki cita yang jelas.
Lulus smk? Kalo gak kuliah ya kerja.
Tapi, nyatanya dunia sekolah lebih indah dari dunia kerja.
Rasanya aku bukan type orang yang cocok didunia kerja, berkali-kali merasakan bekerja dan berkali-kali aku selalu gagal dan kalah.
Dan.. dan..
Mungkin sejak saat itu, sejak dunia kerja membuatku merasa diinjak-injak, dijajah, aaaah menyeramkan.
Sejak saat itu, aku paham.
Aku hanya cocok menjadi bos, ya pengusaha.
Aku mulai menyukai bidang yang aku tolak mentah-mentah sebelumnya.
Yaitu bidang memasak..
Dulu, papah sempat merekomendasikanku agar masuk Tata Boga. Tapi aku menolak dengan alasan itu bukan bidangku.
Dan tanpa aku sadari, apa yang menjadi pilihanku dulu yaitu bidang Informatika ternyata sangat jauh dari passionku.
Aaaah.. semuanya telah terlewati, penyesalan memang selalu ada dibelakang.
Yang pasti aku bersyukur dapat berada dilingkungan orang-orang baik saat itu..
Jika ditanya..
Lantas apa mimpimu sekarang?
Menjadi Muslimah yang sukses.
Sukses dalam segala bidang kehidupan didunia dan akhirat.
Dengan sukses.. aku bisa melakukan banyak hal.
Mengangkat derajat orangtuaku dan keluargaku yang sering diremehkan oranglain.
Memberangkatkan kedua orangtuaku dan keluargaku ke Tanah Suci.
Memiliki usaha Fashion Muslim dan Kuliner yang memiliki banyak cabang di Indonesia juga dunia.
Memberikan tempat tinggal yang layak untuk anak-anak dan lansia yang terlantar dijalanan.
Sangat tinggi bukan mimpiku?
Aku tak peduli jika mereka menertawakan mimpiku yang mungkin terlalu tinggi.
Karena aku punya Allah, tak ada yang tak mungkin bukan bagi Allah?
Tapi, aku sadar.
Mimpiku takkan terwujud tanpa usaha yang nyata.
Ya mimpi akan tetap menjadi mimpi jika hanya di tuliskan melalui kata-kata.
Termasuk aku dan kamu.
Kita hanya bertemu dan bersapa melalui kata, tanpa ada bukti nyata.
Dan kurasa, katapun tak menjanjikan bahwa kita sedang saling membicarakan dan mengharapkan satusama lain.
Bagian terperih dari menduga adalah ketika yang dibayangkan indah, tapi nyatanya malah memberi luka.
Karena, aku khawatir bahwa ekpetasi tak sesuai realita.
Bagaiman jika realitanya, bukan aku tokoh yang kau maksud didalam ceritamu?
Skiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip apaan sih ko baper wk
Mengenai mimpi,
Aku sering sekali memiliki sifat horeaman atau mudmudan.
Kadang kalo lagi semangat, cobain resep baru dan jual, bikin dessert lalu dijual, bikin design baju yang hanya sekadar menjadi design.
Kalo kata papahku baguus sih, gapernah gagal tapi hanyakalna tara lana
Buuuuut, mulai saat ini aku sadar.
Suksesku tak butuh aku yang sekarang, dan aku perlu berubah.
Aku hanya perlu menaikkan dan konsisten mengenai semangatku dalam menggapai mimpi.
Juga perlu usaha yang lebih, yang paling penting aksi.
Ohiya..
Kebetulan, ketika tadi aku menyampaikan niatku untuk mulai membuat produk fashion.
Papah bilang ”Sambil nyari calon”
Tapi gengs, aku merasa aku masih menjadi anak perempuan kecilnya mamah papah..
Dan aku menjelaskan kepada papah bahwa menikah bukan prioritasku untuk sekarang,
Karena masih banyak mimpi yang masih menajadi wish list, dan belum dikasih aksi apapun.
Tapiii.. kalo dia…
Boleh deh aku pertimbangkan :v
Dia siapa?
Dia yang menjadi bagian dari malam, rindu, doa dan harapan.
eaaaaaaaaaaaaaa
balik lagi..
Mengenai mimpi?
Kau tau? Aku belum pernah seambisius ini. Seriously!
Dulu, aku adalah Desi yang tak punya tujuan hiduuup
Huuuuu semonoton itu sih aku dulu.
Semoga ambisius yang positif ini terus konsisten hingga nanti apa yang menjadi cita bisa menjadi nyata.
Semoga Allah permudah jalannya, bismillah Shalihah.. Allah Yuptah Alaikum.
Aku menjadi sosok wanita yang ambisius terhadap apa yang dicita-citakan.
Selepas lulus dari smk, aku merasa masih menjadi lulusan tanpa cita-cita.
Ya! Aku typical orang yang tak memiliki cita yang jelas.
Lulus smk? Kalo gak kuliah ya kerja.
Tapi, nyatanya dunia sekolah lebih indah dari dunia kerja.
Rasanya aku bukan type orang yang cocok didunia kerja, berkali-kali merasakan bekerja dan berkali-kali aku selalu gagal dan kalah.
Dan.. dan..
Mungkin sejak saat itu, sejak dunia kerja membuatku merasa diinjak-injak, dijajah, aaaah menyeramkan.
Sejak saat itu, aku paham.
Aku hanya cocok menjadi bos, ya pengusaha.
Aku mulai menyukai bidang yang aku tolak mentah-mentah sebelumnya.
Yaitu bidang memasak..
Dulu, papah sempat merekomendasikanku agar masuk Tata Boga. Tapi aku menolak dengan alasan itu bukan bidangku.
Dan tanpa aku sadari, apa yang menjadi pilihanku dulu yaitu bidang Informatika ternyata sangat jauh dari passionku.
Aaaah.. semuanya telah terlewati, penyesalan memang selalu ada dibelakang.
Yang pasti aku bersyukur dapat berada dilingkungan orang-orang baik saat itu..
Jika ditanya..
Lantas apa mimpimu sekarang?
Menjadi Muslimah yang sukses.
Sukses dalam segala bidang kehidupan didunia dan akhirat.
Dengan sukses.. aku bisa melakukan banyak hal.
Mengangkat derajat orangtuaku dan keluargaku yang sering diremehkan oranglain.
Memberangkatkan kedua orangtuaku dan keluargaku ke Tanah Suci.
Memiliki usaha Fashion Muslim dan Kuliner yang memiliki banyak cabang di Indonesia juga dunia.
Memberikan tempat tinggal yang layak untuk anak-anak dan lansia yang terlantar dijalanan.
Sangat tinggi bukan mimpiku?
Aku tak peduli jika mereka menertawakan mimpiku yang mungkin terlalu tinggi.
Karena aku punya Allah, tak ada yang tak mungkin bukan bagi Allah?
Tapi, aku sadar.
Mimpiku takkan terwujud tanpa usaha yang nyata.
Ya mimpi akan tetap menjadi mimpi jika hanya di tuliskan melalui kata-kata.
Termasuk aku dan kamu.
Kita hanya bertemu dan bersapa melalui kata, tanpa ada bukti nyata.
Dan kurasa, katapun tak menjanjikan bahwa kita sedang saling membicarakan dan mengharapkan satusama lain.
Bagian terperih dari menduga adalah ketika yang dibayangkan indah, tapi nyatanya malah memberi luka.
Karena, aku khawatir bahwa ekpetasi tak sesuai realita.
Bagaiman jika realitanya, bukan aku tokoh yang kau maksud didalam ceritamu?
Skiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip apaan sih ko baper wk
Mengenai mimpi,
Aku sering sekali memiliki sifat horeaman atau mudmudan.
Kadang kalo lagi semangat, cobain resep baru dan jual, bikin dessert lalu dijual, bikin design baju yang hanya sekadar menjadi design.
Kalo kata papahku baguus sih, gapernah gagal tapi hanyakalna tara lana
Buuuuut, mulai saat ini aku sadar.
Suksesku tak butuh aku yang sekarang, dan aku perlu berubah.
Aku hanya perlu menaikkan dan konsisten mengenai semangatku dalam menggapai mimpi.
Juga perlu usaha yang lebih, yang paling penting aksi.
Ohiya..
Kebetulan, ketika tadi aku menyampaikan niatku untuk mulai membuat produk fashion.
Papah bilang ”Sambil nyari calon”
Tapi gengs, aku merasa aku masih menjadi anak perempuan kecilnya mamah papah..
Dan aku menjelaskan kepada papah bahwa menikah bukan prioritasku untuk sekarang,
Karena masih banyak mimpi yang masih menajadi wish list, dan belum dikasih aksi apapun.
Tapiii.. kalo dia…
Boleh deh aku pertimbangkan :v
Dia siapa?
Dia yang menjadi bagian dari malam, rindu, doa dan harapan.
eaaaaaaaaaaaaaa
balik lagi..
Mengenai mimpi?
Kau tau? Aku belum pernah seambisius ini. Seriously!
Dulu, aku adalah Desi yang tak punya tujuan hiduuup
Huuuuu semonoton itu sih aku dulu.
Semoga ambisius yang positif ini terus konsisten hingga nanti apa yang menjadi cita bisa menjadi nyata.
Semoga Allah permudah jalannya, bismillah Shalihah.. Allah Yuptah Alaikum.
Komentar