Karena malam..
#MaretMalam1
Dan pada nyatanya. .
Malam adalah waktu yang paling nyaman
Waktu yang sepi untuk menyendiri
Untuk berbagi cerita walau hanya melalui tinta dan kata.
Hari demi hari terlalui..
Ujian, cobaan, suka, duka dan bahagia hadir menyatu didalam hariku.
Yang jelas, semua ada waktu berlalunya.
Termasuk kesendirian..
Kutumpangkan kaki, sambil menatap kelangit-langit ruangan favoritku.
Pikiranku melayang..
Banyak cita yang belum bisa kuwujudkan, dan aku?
Terkadang usahaku masih belum maksimal.
Cooking Class, Kuliah, mengirim mamah papah ke mekkah.
Aaaaaah..
Masih banyak citaku yang tak bisa disebutkan satu persatu disini.
#Maretmalam2
Malam..
Saat ini aku begitu naif.
Malam..
Bagaimana dengan rasa ini yg hari demi hari mulai tumbuh?
Situasi dan kondisi saat ini begitu rumit..
Malam..
Mungkin aku salah, aku berdosa.
Karena tidak menginginkan cerita diwebseries 'Laras' terjadi dikehidupanku.
Karena nyatanya aku bukan laras, aku desi.
Wanita yang lebih memilih mencintai daripada dicintai.
Kenapa?
Karena jika aku dicintai, aku takut aku tak bisa menghadirkan rasa yang sama untuk orang itu dan akhirnya aku akan menyakiti.
Tapi..
Jika aku mencintai, masih ada sedikit kemungkinan dia yg aku cintai juga rasakan yang sama.. Walaupun rasa itu hanya setitik.
Bagaimana jika dia yg kamu cintai tidak mencintaimu?
Itu urusanku, dengan hatiku.
Intinya.. Aku lebih baik disakiti daripada menyakiti.
Malam..
Mungkin ini sedikit aneh, tapi nyatanya inilah aku.
Pada masa jahiliahku dulu, aku memang tak bisa memaksakan rasaku. Tak seperti teman-temanku yang lainnya. Yg bisa menjalani hubungan dahulu, lalu rasa yang akan mengikuti.
Aku tidak bisa.. Itu dulu dalam hal pacaran.
Apalagi sekarang.. Untuk hal yang lebih serius.
Angin..
Jika boleh, aku ingin menitipkan rinduku padanya.
Agar dia bisa merasakan rinduku dalam setiap hembusanmu.
Dan beri tahu dia, bahwa dia adalah seseorang yang aku rindukan akhir-akhir ini..
Rindu tak selalu hadir untuk mereka yang saling mengenal dekat.
Karena nyatanya rindu ini hadir dariku, untuknya yang tak pernah lagi aku temui didunia nyataku.
Dan pada nyatanya. .
Malam adalah waktu yang paling nyaman
Waktu yang sepi untuk menyendiri
Untuk berbagi cerita walau hanya melalui tinta dan kata.
Hari demi hari terlalui..
Ujian, cobaan, suka, duka dan bahagia hadir menyatu didalam hariku.
Yang jelas, semua ada waktu berlalunya.
Termasuk kesendirian..
Kutumpangkan kaki, sambil menatap kelangit-langit ruangan favoritku.
Pikiranku melayang..
Banyak cita yang belum bisa kuwujudkan, dan aku?
Terkadang usahaku masih belum maksimal.
Cooking Class, Kuliah, mengirim mamah papah ke mekkah.
Aaaaaah..
Masih banyak citaku yang tak bisa disebutkan satu persatu disini.
#Maretmalam2
Malam..
Saat ini aku begitu naif.
Malam..
Bagaimana dengan rasa ini yg hari demi hari mulai tumbuh?
Situasi dan kondisi saat ini begitu rumit..
Malam..
Mungkin aku salah, aku berdosa.
Karena tidak menginginkan cerita diwebseries 'Laras' terjadi dikehidupanku.
Karena nyatanya aku bukan laras, aku desi.
Wanita yang lebih memilih mencintai daripada dicintai.
Kenapa?
Karena jika aku dicintai, aku takut aku tak bisa menghadirkan rasa yang sama untuk orang itu dan akhirnya aku akan menyakiti.
Tapi..
Jika aku mencintai, masih ada sedikit kemungkinan dia yg aku cintai juga rasakan yang sama.. Walaupun rasa itu hanya setitik.
Bagaimana jika dia yg kamu cintai tidak mencintaimu?
Itu urusanku, dengan hatiku.
Intinya.. Aku lebih baik disakiti daripada menyakiti.
Malam..
Mungkin ini sedikit aneh, tapi nyatanya inilah aku.
Pada masa jahiliahku dulu, aku memang tak bisa memaksakan rasaku. Tak seperti teman-temanku yang lainnya. Yg bisa menjalani hubungan dahulu, lalu rasa yang akan mengikuti.
Aku tidak bisa.. Itu dulu dalam hal pacaran.
Apalagi sekarang.. Untuk hal yang lebih serius.
Angin..
Jika boleh, aku ingin menitipkan rinduku padanya.
Agar dia bisa merasakan rinduku dalam setiap hembusanmu.
Dan beri tahu dia, bahwa dia adalah seseorang yang aku rindukan akhir-akhir ini..
Rindu tak selalu hadir untuk mereka yang saling mengenal dekat.
Karena nyatanya rindu ini hadir dariku, untuknya yang tak pernah lagi aku temui didunia nyataku.
Komentar