Insan Muda yang Payah
Hambar..
begitulah yang aku rasakan saat ini.
Aku pernah sangat bahagia dengan cinta..
sampai akhirnya, cinta membuat perasaanku menjadi sehambar ini.
Pernah terjatuh karena cinta
kemudian bangkit lagi dengan alasan yang sama.
jatuh lagi..
bangkit lagi..
akankah begitu seterusnya?
aku pikir iya, semua pasti selalu berakhir dengan airmata.
Jika cinta diberikan kepada seseorang yang belum seharusnya.
Lewat sosial media aku banyak mengenal Islam lebih dalam
termasuk soal cinta
postingan-postingan akun di sosial mediaku, selalu berhasil menyentuh hatiku
Kalimat yang terangkai dengan kata-kata indah dengan inti yang sama.
bahwa cinta harus diberikan kepada orang yang tepat diwaktu yang tepat.
Berkali-kali aku lihat dan aku baca..
berkali-kali aku berpikir tentang kebenaran dan maknanya
Mungkin, bisa dibilang aku telah khatam tentang kebenaran ini.
Aku selalu bertekad memperbaiki diriku, merubah duniaku yang amburadul ini dan menatanya kembali.
Tapi, imanku belum sekuat muslimah salehah diluar sana.
yang hatinya teguh
yang imannya tak pernah kendur
yang hidupnya telah mereka abdikan hanya kepada Allah saja.
Pasti setelah ingin berIstiqomah dijalan kebaikan,
Selalu saja hal yang sama terjadi.
"nanti lagi aja istiqomahnya"
dan akhirnya amburadul lagi
terus saja seperti itu.
Seandainya aku terlahir dari keluarga yang sangat Agamis
mungkin aku akan dengan mudahnya menjadi salehah..
Tapi apakah harus aku berandai seperti itu?
Tidak!
aku bersyukur dengan keluargaku sekarang
bukankah akan lebih bangga jika aku dapat merubah pola hidup keluargaku agar menjadi lebih Agamis dengan tekad dan usahaku sendiri?
Tapi yaitu, aku selalu menjadi insan muda yang payah
aku yang sangat ingin berIstiqomah
tapi selalu saja lemah dengan ujian.
Semoga besok, lusa atau kapanpun itu aku bisa menjadi sebaik-baiknya salehah
yang bisa menuntun keluargaku menuju janah-Nya.
Aamiin..
begitulah yang aku rasakan saat ini.
Aku pernah sangat bahagia dengan cinta..
sampai akhirnya, cinta membuat perasaanku menjadi sehambar ini.
Pernah terjatuh karena cinta
kemudian bangkit lagi dengan alasan yang sama.
jatuh lagi..
bangkit lagi..
akankah begitu seterusnya?
aku pikir iya, semua pasti selalu berakhir dengan airmata.
Jika cinta diberikan kepada seseorang yang belum seharusnya.
Lewat sosial media aku banyak mengenal Islam lebih dalam
termasuk soal cinta
postingan-postingan akun di sosial mediaku, selalu berhasil menyentuh hatiku
Kalimat yang terangkai dengan kata-kata indah dengan inti yang sama.
bahwa cinta harus diberikan kepada orang yang tepat diwaktu yang tepat.
Berkali-kali aku lihat dan aku baca..
berkali-kali aku berpikir tentang kebenaran dan maknanya
Mungkin, bisa dibilang aku telah khatam tentang kebenaran ini.
Aku selalu bertekad memperbaiki diriku, merubah duniaku yang amburadul ini dan menatanya kembali.
Tapi, imanku belum sekuat muslimah salehah diluar sana.
yang hatinya teguh
yang imannya tak pernah kendur
yang hidupnya telah mereka abdikan hanya kepada Allah saja.
Pasti setelah ingin berIstiqomah dijalan kebaikan,
Selalu saja hal yang sama terjadi.
"nanti lagi aja istiqomahnya"
dan akhirnya amburadul lagi
terus saja seperti itu.
Seandainya aku terlahir dari keluarga yang sangat Agamis
mungkin aku akan dengan mudahnya menjadi salehah..
Tapi apakah harus aku berandai seperti itu?
Tidak!
aku bersyukur dengan keluargaku sekarang
bukankah akan lebih bangga jika aku dapat merubah pola hidup keluargaku agar menjadi lebih Agamis dengan tekad dan usahaku sendiri?
Tapi yaitu, aku selalu menjadi insan muda yang payah
aku yang sangat ingin berIstiqomah
tapi selalu saja lemah dengan ujian.
Semoga besok, lusa atau kapanpun itu aku bisa menjadi sebaik-baiknya salehah
yang bisa menuntun keluargaku menuju janah-Nya.
Aamiin..
Komentar