selepas Masa putih abu
Bukan tentang cinta, bukan pula tentang sebuah kesakitan.
Tapi ini adalah tentang kehidupan baruku.
Kehidupan nyata yang baru kurasakan ketika 1 Bulan masa putih abu berakhir.
Dulu..
Ingin sekali rasanya Masa putih abu ini berakhir
Jenuh
Lelah
Dengan semua yang berhubungan dengan sekolah kecuali kebersamaan dengan teman seperjuangan.
Dan ketika Masa putih abu itu berakhir, aku dihadapkan dengan sebuah kehidupan yang lebih nyata.
Kehidupan dimana Sebuah tanggung jawab benar-benar sangat terasa..
Ketika pikiran dituntut untuk lebih Dewasa dan kritis.. Ketika level ujian dan tantangan kehidupan lebih terasa berlika-liku.
Dulu..
Hidup itu hanya terasa spele, tak seperti sekarang.
Dulu, tak ada sedikitpun beban ketika meminta uang jajan.
Tapi sekarang, mulai ada rasa malu.. Malu tapi butuh. ya kepaksa ujung-ujungnya minta da butuh atuh.
Mereka, menyarankanku untuk kuliah..
Tapi Pikiranku belum sejalan saat ini dengan Kuliah..
Ingin berpenghasilan dulu, ingin membiayai Pendidikanku sendiri..
Bukankah Dengan seperti itu semua lebih terasa Membanggakan?
Bukan karena ingin dibanggakan, tapi Seiyanya tidak selalu menyusahkan.
Berpikiran untuk bekerja seperti halnya yang lain.
tapi ternyata Bekerja tak semudah yang dibayangkan..
Ternyata keputusanku untuk tidak kuliah tahun ini adalah keputusan yang tepat.
Tahun ini, Allah sedang menguji Ekonomi keluargaku..
Menurun..
Sangat Menurun..
Drastis..
Tapi, harus Tetap diSyukuri.
Masih ada orang yang jauh lebih jatuh daripada apa yang menimpa keluargaku.
Semoga aku dan keluargaku dapat melalui semua ini dengan ikhlas, tanpa mengeluh sedikitpun..
Ini adalah ceritaku selepas Masa putih abu.
Masa ini lebih penuh dengan rintangan..
semoga semua berjalan dengan penuh Kesadaran, Kemudahan dan Keikhlasan..
Tapi ini adalah tentang kehidupan baruku.
Kehidupan nyata yang baru kurasakan ketika 1 Bulan masa putih abu berakhir.
Dulu..
Ingin sekali rasanya Masa putih abu ini berakhir
Jenuh
Lelah
Dengan semua yang berhubungan dengan sekolah kecuali kebersamaan dengan teman seperjuangan.
Dan ketika Masa putih abu itu berakhir, aku dihadapkan dengan sebuah kehidupan yang lebih nyata.
Kehidupan dimana Sebuah tanggung jawab benar-benar sangat terasa..
Ketika pikiran dituntut untuk lebih Dewasa dan kritis.. Ketika level ujian dan tantangan kehidupan lebih terasa berlika-liku.
Dulu..
Hidup itu hanya terasa spele, tak seperti sekarang.
Dulu, tak ada sedikitpun beban ketika meminta uang jajan.
Tapi sekarang, mulai ada rasa malu.. Malu tapi butuh. ya kepaksa ujung-ujungnya minta da butuh atuh.
Mereka, menyarankanku untuk kuliah..
Tapi Pikiranku belum sejalan saat ini dengan Kuliah..
Ingin berpenghasilan dulu, ingin membiayai Pendidikanku sendiri..
Bukankah Dengan seperti itu semua lebih terasa Membanggakan?
Bukan karena ingin dibanggakan, tapi Seiyanya tidak selalu menyusahkan.
Berpikiran untuk bekerja seperti halnya yang lain.
tapi ternyata Bekerja tak semudah yang dibayangkan..
Ternyata keputusanku untuk tidak kuliah tahun ini adalah keputusan yang tepat.
Tahun ini, Allah sedang menguji Ekonomi keluargaku..
Menurun..
Sangat Menurun..
Drastis..
Tapi, harus Tetap diSyukuri.
Masih ada orang yang jauh lebih jatuh daripada apa yang menimpa keluargaku.
Semoga aku dan keluargaku dapat melalui semua ini dengan ikhlas, tanpa mengeluh sedikitpun..
Ini adalah ceritaku selepas Masa putih abu.
Masa ini lebih penuh dengan rintangan..
semoga semua berjalan dengan penuh Kesadaran, Kemudahan dan Keikhlasan..
Komentar