Terjatuh setelah dijatuhkan
Telah banyak
hal yang aku persiapkan, jauh sebelum hari specialnya tiba.
Ntah apa
yang membuatku mau meluangkan waktuku untuk hal yang akan aku persembahkan
kepada seseorang yang Pernah menjadi bagian terSpecial dalam hidupku. Pernah?
Bukankah masih? :’v
Mungkin
iya.. dia masih menjadi seseorang yang Special didalam hidupku. Walaupun kini,
aku bukan lagi menjadi bagian Special dari kehidupannya.
Berpuluh-puluh
hari menjelang hari ulangtahunnya yang ke-17, aku sibuk membuat video. Video?
Bukankah hal yang biasa?
Tapi, bagiku
ini bukan video biasa.. aku typical orang yang pemalas, untuk kali ini rela
meluangkan waktuku untuk membuat sesuatu sederhana yang bernilai Special untuk
seseorang yang terSpecial. Waktu luangku disekolah kupakai untuk menyelesaikan
video ini. Terutama waktu istirahat, aku sering kali mengorbankan waktu
istirahatku disekolah untuk membuat video yang tak kunjung selesai ini. Tapi,
aku tak peduli dengan seberapa besar waktuku yang terkuras, yang aku tau aku melakukan
dan mengerjakannya dengan hati. Aku senang, aku sangat bersemangat…
Setelah project video ini sudah hampir selesai, seorang sahabatku pagi tadi mengatakan sesuatu yang cukup membuat rasa senang dan semangatku jatuh. Dia berkata dengan nada dan raut wajah yang sangat terlihat enggan untuk mengatakan tapi harus dikatakan.
Setelah project video ini sudah hampir selesai, seorang sahabatku pagi tadi mengatakan sesuatu yang cukup membuat rasa senang dan semangatku jatuh. Dia berkata dengan nada dan raut wajah yang sangat terlihat enggan untuk mengatakan tapi harus dikatakan.
Dia berkata
“Kemarin, sepulang sekolah aku melihat
dia dengan seorang remaja wanita berjilbab dengan seragam sekolah putih abu,
dia memang bersama kedua sahabat laki-lakinya. Tapi, dia dengan kedua sahabat
laki-lakinya cukup berjarak. Sedangkan, dengan wanita berjilbab itu tak
berjarak.. bahkan, mereka berbincang-bincang dengan begitu akrabnya”
ntah apa yang aku rasakan ketika aku mendengar pernyataan dari sahabatku itu, yang pasti.. aku merasa aku seperti terjatuh setelah dijatuhkan. Sakitkah? Sangaaaat :’v
ntah apa yang aku rasakan ketika aku mendengar pernyataan dari sahabatku itu, yang pasti.. aku merasa aku seperti terjatuh setelah dijatuhkan. Sakitkah? Sangaaaat :’v
Aku cemburu?
Mungkin iya,
tapi apakah aku berhak untuk cemburu kepada seseorang yang sudah menganggapku
bukan siapa-siapa? dan pada kenyataannya aku memang bukan siapa-siapa. Dia
sudah memiliki seseorang Special yang baru deees:’v
Lalu?
Bagaimana dengan hal yang telah aku persiapkan untuk hari Specialnya nanti?
Apakah pantas aku memberikan sesuatu yang tak biasa untuk seseorang yang
hatinya telah dimiliki?
Apakah harus
aku hentikan sesuatu yang telah aku buat beberapa hari terakhir ini? Sesuatu
yang cukup banyak menguras waktuku? Padahal, melalui apa yang aku buat ini..
aku ingin mengingatkannya suatu hal “Bahwa
dulu, pernah ada seseorang yang tiada hentinya memperjuangkanmu. Orang itu
adalah aku :’)”
“Dulu, aku pernah dijatuhkan olehnya. Dan
sekarang, aku terjatuh kembali. Mungkin memang bukan dia yang menjatuhkanku..
tapi, aku dan perasaanku terhadapnya. Aku dan perasaanku yang masih tinggal
dimasalalu, dan aku masih selalu gagal membawa perasaanku untuk tinggal dimasa
sekarang. Dengan perasaan dan kisah yang baru bersama orang yang baru”
Aku menunggu
saat itu datang.. saat dimana aku sudah merasa biasa saja ketika mendengar
namanya.. Aku yakin, saat itu akan tiba diwaktu dan situasi yang tepat..
Komentar